'Prolog : Teman'

‘Teman’ mereka mungkin adalah orang terdekat kita, mereka mungkin bisa lebih dekat dari keluarga kita sendiri. Mereka juga mungkin adalah orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama kita. Mereka juga menjadi tempat dimana kita mencurahkan isi hati kita. Sedih, senang, bingung, marah dan banyak lagi.

Banyak orang yang mengatakan bahwa teman adalah satu-satunya orang yang akan menerima mereka apa adanya. Dahulu, aku juga berpikir begitu. Namun ternyata aku salah besar.

Seorang teman tidak akan menerima mu apa adanya, mereka akan mencari sesuatu yang spesial dari mu. Mereka akan memanfaatkan nya, dan ketika mereka tidak menemukan nya, mereka akan menjauhi mu.

Seorang teman tidaklah selalu orang yang baik, mereka juga bisa berkhianat. Mereka juga akan memperlakukan kamu dengan tidak acuh jika kamu sudah tidak dibutuhkan.

Teman juga tidak akan mengingat mu untuk selama nya. Mereka hanya akan menganggap kamu adalah sebuah ‘hiasan’ dalam kehidupan mereka.

Aku benci jika aku disebut sebagai ‘teman’ dari seseorang. Karena aku tidak sama seperti parasit menjijikan itu.

Aku juga benci dengan orang yang berteman dan bangga bahwa mereka mempunyai banyak teman. Mereka itu sama saja seperti pohon yang ditanam di lahan penuh gulma.

Kesimpulannya, teman tidaklah penting.


-All material in this story is a fiction. Some non-fiction related material may be founded. 
There is no mean to mock, insult or make a bad reputation to a certain people/organization.-

-Semua material di cerita ini bersifat fiksi. Beberapa material berdasarkan dunia nyata mungkin dapat ditemukan. Tidak ada maksud untuk mengejek, menghina atau menjatuhkan orang/organisasi tertentu.-

Komentar